BANUANEWSMEDIA.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) di bawah kepemimpinan Bupati Samsul Rizal, dan Wakil Bupati Gusti Rosyadi Elmi lakukan berbagai terobosan dalam 300 hari masa kerja. Rabu (17/12/2025)
Terutama dalam menjalankan visi misinya, mewujudkan perubahan sosial masyarakat menuju masyarakat adaptif, berdaya saing dan berkualitas hidup tinggi yang religius berbudaya.
Dalam bidang pendidikan, Pemkab HST menginisiasi terbentuknya Kurikulum Muatan Lokal Adab dan Sopan Santun dan menjadi daerah pelopor di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Kurikulum Adab dan Sopan Santun tersebut telah diajarkan pada anak-anak jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-HST sejak Juli 2025.
“Kurikulum tersebut dirancang untuk memperkuat nilai-nilai moral, etika, dan akhlak mulia di lingkungan sekolah. Anak-anak HST bukan hanya harus cerdas secara ilmu, tapi juga halus budi pekertinya, tahu bagaimana menghormati orang tua, guru, dan sesama. Karena masa depan yang baik bukan hanya dibangun dengan kecerdasan, tapi juga dengan akhlak,” tegas Bupati Samsul Rizal

Bupati Samsul Rizal menyebut, Kurikulum Muatan Lokal Adab dan Sopan Santun merupakan upaya kolektif dalam memastikan peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.
Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi menambahkan, pendidikan karakter sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan perkembangan sosial dan kemajuan teknologi masa kini.
“Perilaku kurang terpuji seperti menurunnya rasa hormat, meningkatnya perundungan, dan lemahnya tanggung jawab menjadi alasan utama perlunya pendidikan adab,” ungkap Wabup Gusti Rosyadi Elmi.

Ia menyebut, penerapan pendidikan adab dianggap mampu mengembalikan nilai luhur pada siswa, terutama sikap menghargai orang lain, menjaga ucapan, serta membentuk pribadi berkepribadian matang.
Ratusan Satuan Sekolah HST Implementasikan Kurikulum Adab dan Sopan Santun

Setelah resmi diterapkan pada Juli 2025 lalu, Kurikulum Adab dan Sopan Santun sudah diimplementasikan pada 253 SD dan 35 SMP yang tersebar di berbagai desa dan Kecamatan se-Kabupaten HST.
Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar menjelaskan, Kurikulum tersebut merupakan langkah kolaboratif antara pemerintah daerah, insan pendidikan, dan orang tua wali murid untuk mengawasi bersama perkembangan anak di sekolah.
Dalam implementasi Kurikulum Adab dan Sopan Santun, seluruh satuan sekolah juga secara rutin melakukan ekspose Rapor Karakter yang dapat diketahui langsung oleh orang tua wali murid. Rapor Karakter merupakan fasilitas pemantauan perkembangan sikap peserta didik yang bisa diakses orang tua wali murid.
“Dengan sentuhan teknologi, guru dan orang tua wali murid bisa memantau melalui aplikasi bagaimana perkembangan anak-anaknya di sekolah, dan bisa terlibat langsung dalam pendampingan proses evaluasi pendidikan karakter anak berdasarkan data catatan harian pihak sekolah,” jelas Anhar

Selain sebagai kontrol perilaku peserta didik, Kurikulum Adab dan Sopan Santun dan Rapor Karakter juga berperan dalam mendorong masyarakat HST adaptif dengan perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan.
“Peserta didik menjadi mengerti akan konsekuensi segala bentuk perkembangan perilakunya akan dapat diketahui langsung oleh orang tuanya. Orang tua wali murid juga mesti adaptif, dan membiasakan mendampingi ataupun menilai anak-anaknya tidak hanya berdasarkan keterangan, namun juga dilandasi dengan data,” tambahnya
Kurikulum Adab dan Sopan Santun Sebagai Investasi SDM Jangka Panjang

Kepala SMPN 6 HST, Nor’anida Fiteraniah, mengatakan bahwa pembelajaran adab dan sopan santun sudah diterapkan semester ini sebagai upaya memperkuat arah pembinaan karakter siswa.
“Perubahannya tidak akan tampak cepat, namun sangat menentukan masa depan generasi. Karakter itu bukan hasil instan, tetapi investasi panjang yang membentuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Nor’anida meyakini Kurikulum Adab dan Sopan Santun yang juga melibatkan para orang tua ini akan sangat bermanfaat terhadap perkembangan karakter anak didiknya di SMPN 6, bahkan saat menempuh pendidikan tingkat lanjutan.
Nor’anida menambahkan di SMPN 6 HST Pandawan sendiri sudah menerapkan sistem guru wali yang mendampingi sembilan siswa.
“Jadi para guru wali ini berkomunikasi secara intens setiap hari dengan siswa dampingannya terkait ibadah, pembelajaran, hingga masalah pribadi siswa,” pungkasnya (BNM)











Leave a Comment