Puskesmas Sungai Buluh HST Dirikan Posko Kesehatan untuk Warga Kecamatan LAU Terdampak Banjir

Admin Banua News Media

05/01/2026

2
Min Read

BANUANEWSMEDIA.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Warga di Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan setelah lebih dari dua minggu terdampak banjir. Sejumlah penyakit yang banyak dialami warga antara lain kutu air, batuk, flu, hingga pusing.

Banjir yang diperkirakan surut beberapa bulan ke depan ini berdampak pada warga di beberapa desa, yakni Desa Sungai Buluh, Mantaas, Rantau Bujur, Tabat, dan Pahalatan. Kondisi lingkungan yang lembap serta aktivitas warga di genangan air menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit tersebut. Menanggapi kondisi itu, Pemkab HST melalui Puskesmas Sungai Buluh mengambil langkah cepat dengan mendirikan tiga posko kesehatan guna memberikan pelayanan medis secara langsung kepada masyarakat terdampak banjir.

Kepala Puskesmas Sungai Buluh, Siti Hasnah, menjelaskan bahwa pihaknya telah melayani pemeriksaan kesehatan terhadap ratusan warga melalui tiga posko yang ditempatkan di Desa Sungai Buluh, Desa Mantaas, dan Desa Rantau Bujur.

“Pelayanan kesehatan kami lakukan secara rutin setiap hari, mulai pagi hingga siang hari, dengan sistem jemput bola dan bergantian di setiap posko,” ujar Siti Hasnah, Senin (5/1/2026)

Selain pemeriksaan kesehatan, Puskesmas Sungai Buluh juga menyediakan berbagai obat-obatan yang dibutuhkan warga. Siti Hasnah memastikan ketersediaan obat selalu cukup dan siap diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah daerah setempat turut memastikan bahwa pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Labuan Amas Utara akan terus tersedia setiap hari, selama kondisi banjir masih berlangsung. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat di tengah bencana.

“Dengan adanya posko kesehatan ini, diharapkan keluhan kesehatan warga dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius akibat dampak banjir berkepanjangan,” tutup Siti Hasnah (BNM)

Leave a Comment

Related Post